Perbedaan Halaman Mobile AMP dan Non-AMP

Perbedaan Halaman Mobile AMP dan Non-AMP
Photo by Damian Zaleski / Unsplash

Saat menjelajahi internet, kita sering menemukan halaman web yang dimuat dengan sangat cepat di perangkat mobile. Ini biasanya terjadi karena halaman tersebut menggunakan AMP (Accelerated Mobile Pages), sebuah teknologi dari Google yang dirancang untuk mempercepat waktu muat halaman web di perangkat seluler.

Namun, tidak semua halaman mobile menggunakan AMP. Ada juga halaman Non-AMP, yang lebih fleksibel dalam desain dan fitur tetapi bisa jadi lebih lambat dibandingkan halaman AMP. Jadi, apa sebenarnya perbedaan antara halaman AMP dan Non-AMP, serta mana yang lebih baik untuk website kamu? Yuk, kita bahas!

1. Apa Itu AMP (Accelerated Mobile Pages)?

AMP (Accelerated Mobile Pages) adalah framework open-source yang dibuat oleh Google untuk mempercepat waktu loading halaman web di perangkat mobile. AMP bekerja dengan cara mengoptimalkan kode HTML, JavaScript, dan CSS agar lebih ringan dan cepat dimuat.

Fitur Utama AMP:

Loading lebih cepat di perangkat mobile.
Dibantu oleh cache Google AMP untuk mempercepat akses.
Tidak menggunakan JavaScript kustom kecuali melalui komponen AMP yang diizinkan.
Mengutamakan pengalaman pengguna yang lebih baik dengan tampilan sederhana.
Mendukung AMP Stories dan AMP Ads untuk konten interaktif.

Contoh Struktur HTML AMP:

<!doctype html>
<html ⚡>
<head>
    <meta charset="utf-8">
    <title>Contoh Halaman AMP</title>
    <link rel="canonical" href="https://example.com/amp-page.html">
    <meta name="viewport" content="width=device-width,minimum-scale=1,initial-scale=1">
    <script async src="https://cdn.ampproject.org/v0.js"></script>
    <style amp-boilerplate>
        body { visibility: hidden; } /* Memastikan konten tampil hanya setelah dimuat sepenuhnya */
    </style>
</head>
<body>
    <h1>Halo, ini halaman AMP!</h1>
</body>
</html>

🛠️ Hasil: Halaman akan dimuat dengan lebih cepat, tetapi dengan batasan fitur dan desain.

2. Apa Itu Halaman Non-AMP?

Halaman Non-AMP adalah halaman web biasa yang dibuat dengan HTML, CSS, dan JavaScript tanpa aturan ketat seperti AMP. Halaman ini lebih fleksibel karena tidak memiliki batasan pada penggunaan JavaScript atau desain kustom, tetapi bisa menjadi lebih berat dan lambat jika tidak dioptimalkan dengan baik.

Fitur Utama Non-AMP:

Lebih fleksibel dalam desain dan fungsionalitas.
Bisa menggunakan JavaScript dan framework seperti React, Vue, atau jQuery.
Tidak bergantung pada cache Google AMP.
Dapat memiliki efek animasi dan interaksi yang lebih kompleks.
SEO tetap bisa dioptimalkan dengan strategi lain seperti lazy loading dan CDN.

Contoh Struktur HTML Non-AMP:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
    <meta charset="utf-8">
    <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
    <title>Contoh Halaman Non-AMP</title>
    <script src="script.js"></script> <!-- Bisa menggunakan JavaScript bebas -->
    <link rel="stylesheet" href="styles.css"> <!-- CSS tanpa batasan -->
</head>
<body>
    <h1>Halo, ini halaman Non-AMP!</h1>
</body>
</html>

🛠️ Hasil: Halaman memiliki lebih banyak fitur dan desain yang lebih menarik, tetapi bisa lebih lambat jika tidak dioptimalkan dengan baik.

3. Perbandingan Halaman AMP vs Non-AMP

Fitur AMP (Accelerated Mobile Pages) Non-AMP
Kecepatan Sangat cepat, di-cache oleh Google Bisa cepat, tergantung optimasi
Penggunaan JavaScript Terbatas, hanya bisa pakai AMP Components Bebas menggunakan JS apa saja
Fleksibilitas Desain Terbatas pada komponen AMP Bebas menggunakan CSS dan JS
SEO & Ranking Google Lebih diutamakan di pencarian mobile Bisa dioptimalkan dengan teknik lain
Dukungan Analytics Terbatas pada AMP Analytics Bebas menggunakan Google Analytics, GTM, dll.
User Experience Cepat dan ringan, tetapi desain terbatas Bisa lebih interaktif dengan animasi

Kesimpulan:

  • AMP cocok untuk situs berita, blog, dan landing page yang mengutamakan kecepatan.
  • Non-AMP cocok untuk website yang membutuhkan lebih banyak interaksi seperti e-commerce, aplikasi web, atau dashboard.

4. Cara Memilih AMP atau Non-AMP untuk Website Kamu

Gunakan AMP jika:

  • Website kamu adalah blog, portal berita, atau landing page yang perlu dimuat dengan cepat.
  • Ingin meningkatkan ranking di Google Search Mobile.
  • Tidak memerlukan banyak animasi dan JavaScript kompleks.

Gunakan Non-AMP jika:

  • Kamu membutuhkan interaksi kompleks dengan JavaScript (misalnya e-commerce atau web app).
  • Ingin tampilan yang lebih fleksibel tanpa batasan dari AMP.
  • Sudah mengoptimalkan kecepatan dengan teknik seperti lazy loading dan CDN.

5. Kesimpulan

  • AMP dibuat untuk meningkatkan kecepatan loading halaman di perangkat mobile, tetapi dengan batasan pada desain dan JavaScript.
  • Non-AMP lebih fleksibel dalam tampilan dan fungsionalitas, tetapi bisa lebih lambat jika tidak dioptimalkan dengan baik.
  • Jika ingin fokus pada kecepatan, AMP bisa menjadi solusi. Jika butuh interaksi kompleks, lebih baik gunakan Non-AMP.
  • SEO tetap bisa dioptimalkan di Non-AMP dengan strategi lain seperti lazy loading, caching, dan CDN.

Jadi, apakah kamu lebih memilih AMP atau Non-AMP untuk websitemu?

Read more